Tim Syahan Hadiri Deklarasi Gerakan 1.000 Pengusaha Ekspor di Palu, Siap Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

PALU — Semangat untuk mengembangkan usaha dan membawa produk lokal menuju pasar yang lebih luas mengantarkan Tim Syahan menghadiri Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global yang diselenggarakan di Best Western Hotel Palu, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia ini menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha di Sulawesi Tengah untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mempersiapkan diri menghadapi peluang pasar internasional.
Tim Syahan hadir sebagai salah satu pelaku UMKM lokal yang memiliki semangat untuk terus bertumbuh dan mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi daerah. Kehadiran ini merupakan bentuk komitmen Syahan untuk terus belajar, meningkatkan kualitas usaha, serta membuka peluang agar produk-produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, serta sejumlah kepala daerah, perwakilan kementerian dan lembaga, dan para pelaku usaha dari berbagai sektor.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan mampu menembus pasar global. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas, pemenuhan standar keamanan dan kesehatan, pendampingan usaha, serta perluasan akses pembiayaan dan pemasaran.
Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menyampaikan bahwa gerakan ini akan ditindaklanjuti melalui pendampingan bagi pelaku usaha di daerah agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.
Bagi Syahan, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju pasar yang lebih luas membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang potensial, tetapi juga perlu membangun sistem usaha yang baik, menjaga konsistensi kualitas, memperkuat identitas produk, dan memahami kebutuhan pasar.
Sebagai usaha yang bergerak dalam pengembangan produk lokal dan oleh-oleh khas Palu serta bekerja sama dengan pelaku UMKM di Sulawesi Tengah, Syahan melihat kegiatan ini sebagai kesempatan untuk memperluas perspektif dan mempersiapkan langkah pengembangan usaha ke depan.
Syahan meyakini bahwa produk lokal memiliki peluang untuk bersaing apabila didukung oleh kualitas yang konsisten, pengemasan yang baik, strategi pemasaran yang tepat, serta pemenuhan standar yang dibutuhkan. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju pasar yang lebih luas.
Kehadiran Tim Syahan juga mencerminkan semangat bahwa UMKM daerah perlu berani mengambil peluang, aktif mengikuti perkembangan kebijakan dan pasar, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Kemajuan usaha tidak terjadi dalam satu langkah, melainkan melalui proses belajar, perbaikan berkelanjutan, dan keberanian untuk berkembang.
Melalui momentum ini, Syahan berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai mitra pengembangan UMKM lokal, sekaligus mendorong semakin banyak produk unggulan Sulawesi Tengah untuk dikenal di luar daerah dan berpeluang memasuki pasar internasional.
Bagi Syahan, hadir dalam gerakan menuju pasar global bukan sekadar mengikuti kegiatan, melainkan menjadi bagian dari langkah awal untuk terus bertumbuh, berbenah, dan ikut menggerakkan UMKM lokal agar semakin maju dan berdaya saing.