Syahan Tak Hanya Bicara Kuliner, Owner Bangun Personal Branding sebagai "Bunda Inklusi"

PALU — Bagi Yasmin Aljufri, membangun usaha bukan hanya tentang menghadirkan produk dan mengejar pertumbuhan bisnis. Di balik brand Syahan, perempuan yang menjabat sebagai Direktur PT Baity Syahan Persada ini mulai membawa misi yang lebih luas menciptakan ruang yang memberikan kesempatan setara bagi setiap orang.
Langkah tersebut kini diwujudkan melalui penguatan personal branding “Bunda Inklusi”, sebuah identitas yang ingin dibangun Yasmin sebagai bagian dari perjalanan dirinya dalam menebar manfaat di tengah masyarakat.
Selama ini, Yasmin dikenal sebagai sosok di balik Syahan, brand kuliner asal Palu yang berkembang dari usaha kuliner menjadi pusat oleh-oleh dan frozen food berbasis pemberdayaan UMKM lokal.
Namun, bagi Yasmin, perjalanan tersebut tidak berhenti pada dunia bisnis.
Di lingkungan PT Baity Syahan Persada, penyandang disabilitas juga diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari dunia kerja. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan kuat bagi Yasmin untuk semakin serius membawa isu inklusi ke ruang publik.
Melihat Potensi yang Sering Dipandang Sebelah Mata
Yasmin melihat masih adanya persoalan yang dihadapi penyandang disabilitas, terutama terkait kesempatan, penerimaan, dan ruang untuk menunjukkan kemampuan.
Menurutnya, setiap manusia memiliki nilai dan potensi yang sama. Persoalannya, tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan tersebut.
“Saya merasa setiap orang itu setara. Mereka memiliki potensi masing-masing, tetapi masih banyak penyandang disabilitas yang potensinya belum terangkat dan masih dipandang sebelah mata. Karena itu, perlu ada wadah yang memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan,” ujar Yasmin.
Pandangan tersebut kemudian mendorong Yasmin untuk tidak hanya menjalankan inklusi di lingkungan perusahaan, tetapi juga memperluasnya melalui kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat.
Dari Founder Perusahaan Menjadi “Bunda Inklusi”
Bagi Yasmin, sebutan “Bunda Inklusi” bukan dimaksudkan untuk menggantikan identitasnya sebagai pengusaha atau Direktur PT Baity Syahan Persada.
Sebaliknya, “Bunda Inklusi” menjadi branding baru yang melengkapi perannya sebagai founder dan pelaku usaha, dengan ruang gerak yang lebih luas untuk menebarkan manfaat.
“Saya ingin punya branding yang tidak hanya dikenal sebagai founder perusahaan. Saya ingin bisa lebih banyak menebar manfaat dan membuat sebuah wadah yang bisa merangkul siapa saja,” ungkap Yasmin.
Konsep tersebut menjadikan “Bunda Inklusi” sebagai personal branding yang memiliki nilai: kesetaraan, kesempatan, pemberdayaan, dan kepedulian.
Lomba Mewarnai Menjadi Langkah Awal
Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui Lomba Mewarnai Tingkat TK, SD, dan SLB dengan tema “Kreativitas Inklusif, Indonesia Inspiratif”, yang digelar di Ballroom Hotel Santika Palu pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkarya bersama tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi mereka. RRI melaporkan kegiatan tersebut diikuti puluhan anak, termasuk 31 murid dari berbagai SLB di Kota Palu.
Bagi Yasmin, kegiatan tersebut bukan sekadar mencari pemenang lomba.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang menjadi juara. Tetapi bagaimana kita memberikan kesempatan kepada setiap anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, untuk berekspresi, percaya diri dan merasakan kebahagiaan bersama,” kata Yasmin dalam pemberitaan Media Alkhairaat.
Pesan tersebut kemudian dirangkum dalam semangat kegiatan:
“Setiap Warna adalah Karya, Setiap Anak adalah Inspirasi.”
Mendapat Dukungan Bunda PAUD Kota Palu
Langkah Yasmin dalam membawa semangat inklusi tersebut mendapat perhatian dari Bunda PAUD Kota Palu, Diah Puspita, yang hadir membuka kegiatan.
Diah mengapresiasi hadirnya ruang yang memungkinkan anak-anak, termasuk anak penyandang disabilitas, untuk berkreasi dan berinteraksi bersama. Ia juga mendorong berbagai pihak untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan yang memberikan kesempatan setara.
Kehadiran Bunda PAUD Kota Palu menjadi momentum penting bagi Yasmin untuk memperkenalkan semangat “Bunda Inklusi” sebagai sebuah gerakan yang ingin terus dikembangkan.
Syahan dan Bunda Inklusi, Dua Identitas dengan Misi yang Saling Menguatkan
Ke depan, Yasmin ingin Syahan tetap tumbuh sebagai brand bisnis, sementara Bunda Inklusi menjadi representasi nilai dan kepedulian yang dibawanya sebagai seorang perempuan, pengusaha, dan bagian dari masyarakat Kota Palu.