PT Baity Syahan Persada Perkuat Komitmen Inklusi, Siap Buka Peluang Kerja bagi Lulusan Pelatihan Disabilitas

Palu, 29 Juli 2026 – PT Baity Syahan Persada melalui unit usahanya Syahan Frozen & Oleh-Oleh Khas Palu menghadiri acara Penutupan Pelatihan Kerja bagi Penyandang Disabilitas Kejuruan Barista Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah di Aula Disnakertrans Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta pelatihan barista dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan, Perluasan Penempatan, dan Produktivitas Tenaga Kerja (P5TK), Abraham Tadanugi, yang mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah, serta perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Kehadiran PT Baity Syahan Persada bukan tanpa alasan. Perusahaan ini diundang sebagai salah satu perusahaan inklusif yang telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Selain menjadi mitra dalam mendukung program ketenagakerjaan inklusif, perusahaan juga diharapkan dapat menjadi salah satu dunia usaha yang menyerap lulusan program pelatihan kerja pada masa mendatang.
Didirikan pada tahun 2021, PT Baity Syahan Persada merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kuliner, khususnya produk frozen food dan oleh-oleh khas Kota Palu. Produk unggulannya meliputi Roti Maryam, Kebab, serta Bagorkelas (Bawang Goreng Rono Kelor) yang berhasil meraih Juara 1 Inovasi Kota Palu. Seiring perkembangan perusahaan, PT Baity Syahan Persada kini menjadikan inklusi sebagai salah satu arah utama dalam pengembangan visi perusahaan.
Komitmen tersebut mulai diwujudkan sejak tahun 2024 melalui perekrutan penyandang disabilitas secara mandiri oleh perusahaan. Memasuki tahun 2026, PT Baity Syahan Persada mulai menjalin kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah dalam proses rekrutmen tenaga kerja penyandang disabilitas. Kerja sama tersebut diawali dengan komunikasi yang intensif dari pihak Disnakertrans yang memperkenalkan calon tenaga kerja kepada perusahaan. Selanjutnya dilakukan beberapa kali pertemuan untuk saling mengenal, berdiskusi mengenai kebutuhan perusahaan dan kesiapan calon pekerja. Setelah melalui tiga tahapan pertemuan, proses dilanjutkan pada tahap penerimaan dengan kesepakatan bahwa seluruh tenaga kerja mengikuti sistem kerja, budaya perusahaan, serta aturan yang berlaku di PT Baity Syahan Persada.
Saat ini PT Baity Syahan Persada memiliki 10 orang pekerja, dengan 4 orang atau 40% di antaranya merupakan penyandang disabilitas. Dua orang yang direkomendasikan melalui Disnakertrans bertugas pada divisi produksi, sementara dua pekerja lainnya berperan sebagai Social Media Manager dan staf operasional lapangan. Komposisi tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki.
Di lingkungan PT Baity Syahan Persada, seluruh karyawan memperoleh hak, kewajiban, dan kesempatan yang sama tanpa membedakan kondisi fisik maupun sensorik. Sistem penggajian, tunjangan, bonus, serta seluruh peraturan perusahaan diberlakukan secara setara bagi seluruh pekerja. Prinsip kesetaraan ini menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang profesional, adil, dan saling menghargai.
Owner PT Baity Syahan Persada, Yasmin Aljufri, menyampaikan bahwa perusahaan percaya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang apabila diberikan ruang dan kepercayaan.
"Kami percaya bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh keterbatasannya, tetapi oleh kesempatan yang diberikan. Karena itu, kami berkomitmen membangun lingkungan kerja yang inklusif, di mana setiap orang memiliki hak yang sama untuk belajar, bekerja, dan berkembang."
Komitmen tersebut tidak berhenti pada tenaga kerja yang telah bergabung. Dalam kesempatan penutupan pelatihan, Yasmin Aljufri juga menyampaikan ketertarikannya untuk merekrut salah satu lulusan pelatihan barista. Meski belum dilakukan dalam waktu dekat, proses komunikasi telah memasuki tahap awal bersama orang tua atau wali serta peserta pelatihan. Beberapa pertemuan lanjutan direncanakan untuk saling mengenal lebih jauh, menyesuaikan ekspektasi, serta menyamakan visi dan budaya kerja sebelum proses rekrutmen dilaksanakan.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah, PT Baity Syahan Persada berharap semakin banyak penyandang disabilitas memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak, produktif, dan bermartabat. Perusahaan meyakini bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.