Kunjungan Silaturahmi Digiglo dan Syahan ke Karsa Institute: Membangun Kolaborasi untuk SDM Inklusif

Palu, 31 Juli 2026 - Berawal dari sebuah surat undangan pelatihan Social Emotional Learning (SEL) yang diterima oleh Deswita Maharani, karyawan Syahan yang juga merupakan binaan Karsa Institute, terbuka sebuah kesempatan yang lebih besar dari sekadar menghadiri kegiatan. Melalui komunikasi yang terjalin antara Digiglo sebagai mitra Syahan, lahirlah sebuah pertemuan untuk saling mengenal, berdiskusi, dan menyamakan visi dalam membangun sumber daya manusia yang lebih inklusif.
Tim Digiglo dan Syahan berkesempatan mengunjungi kantor Karsa Institute. Kunjungan ini disambut hangat oleh Ibu Tari dan Ibu Jamila sebagai perwakilan Karsa Institute. Suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban, dengan semangat untuk saling berbagi pengalaman serta membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya teman-teman penyandang disabilitas.
Karsa Institute selama ini dikenal sebagai lembaga yang konsisten mendorong pembangunan masyarakat yang inklusif. Melalui berbagai program pemberdayaan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas, Karsa membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, mandiri, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
Bagi Syahan, nilai tersebut terasa sangat dekat. Kehadiran Deswita Maharani sebagai bagian dari keluarga besar Syahan sekaligus binaan Karsa Institute menjadi bukti bahwa kesempatan, pendampingan, dan lingkungan kerja yang mendukung dapat membuka potensi setiap individu. Kami berharap setiap karyawan Syahan tidak hanya berkembang dalam pekerjaannya, tetapi juga level-up menjadi pribadi yang terus bertumbuh, meningkatkan kompetensi, dan suatu saat mampu menjadi mitra strategis yang tumbuh bersama Syahan dalam membangun dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, PT Digiglo Inovasi Cipta yang dihadiri langsung oleh Founder, Asi Nurjanah Gumilang, memperkenalkan perannya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang digitalisasi dan pengembangan teknologi. Sementara itu, PT Baity Syahan Persada yang diwakili oleh Founder sekaligus Direktur, Yasmin Aljufri, membagikan perjalanan perusahaan sebagai bisnis yang bergerak di bidang kuliner, pusat oleh-oleh khas Sulawesi Tengah, serta pemberdayaan UMKM lokal. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kedua perusahaan berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi teman-teman disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, memperoleh kesempatan kerja, serta membangun kemandirian melalui dunia kewirausahaan.
Lebih dari sekadar membangun kemitraan, pertemuan ini menjadi awal dari komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem yang saling menguatkan. Karsa Institute hadir dengan pengalaman dalam pemberdayaan sumber daya manusia, Digiglo melalui pengembangan digitalisasi, dan Syahan melalui pengembangan bisnis kuliner serta UMKM. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak ruang belajar, berkarya, dan berkembang bagi teman-teman disabilitas.
Semoga silaturahmi ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan. Bersama Karsa Institute, Digiglo, dan Syahan, kami berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki kesempatan untuk bertumbuh, berkarya, mandiri, bahkan menjadi bagian dari ekosistem usaha sebagai mitra yang saling menguatkan. Karena bagi kami, pembangunan sumber daya manusia yang inklusif bukan hanya tentang membuka akses, tetapi juga menciptakan kesempatan agar setiap orang dapat mencapai potensi terbaiknya.